• Rabu, 30 November 2022

6 Rekomendasi Komisi I untuk 4 Kafe-Restoran Langgar Perizinan, Salahsatunya Langkah Penyegelan

- Rabu, 2 November 2022 | 20:34 WIB
Foto : Istimewa HUMPROPUB DPRD Kota Bogor
Foto : Istimewa HUMPROPUB DPRD Kota Bogor

dnewsstar - Komisi I DPRD Kota Bogor menggelar rapat kerja dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan agenda pembahasan polemik empat kafe atau restoran yang diketahui belum mengantongi perizinan, pada Rabu (2/11/2022).

Rapat itu dipimpin Ketua Komisi I Safrudin Bima dan diikuti anggota Komisi I Heri Cahyono, Mahpudi Ismail, Restu Kusuma, H. Mulyadi, Akhmad Saeful Bakhri, Anna Mariam Fadhilah dan Endah Purwanti. Sedangkan dari pihak Pemkot Bogor dihadiri oleh Dinas PUPR, Satpol PP dan Camat Bogor Timur, Camat Bogor Barat dan Camat Bogor Tengah.

Dalam rapat, Komisi I mempertanyakan kinerja dinas terkait yang terkesan membiarkan kafe dan restoran yang belum mengantongi izin, namun bisa beroperasi. Hal itu dinilainya telah melanggar aturan dan ketentuan perundang-undangan.

Berdasarkan informasi yang diterima dari dinas terkait, empat kafe dan restoran yang diketahui adalah Cafe Bajawa Flores (eks Bioskop Presiden Theatre) di Kecamatan Bogor Tengah, Mie Gacoan di Kecamatan Bogor Barat, Mie Gacoan di Kecamatan Bogor Tengah dan Mie Gacoan di Kecamatan Bogor Timur, belum mengantongi izin-izin untuk bisa menjalankan usaha.

“Komisi I berkesimpulan ke empat tempat usaha tersebut telah melanggar Perda Nomor 1 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Perda Kota Bogor Nomor 1 Tahun 2021 tentang Ketertiban Umum dan belum melengkapi izin untuk bisa berusaha, sehingga perlu adanya tindakan tegas dari aparat terkait,” ujar Safrudin Bima.

Dilokasi yang sama, Kepala Dinas PUPR Kota Bogor Chusnul Rozaqi mengungkapkan, untuk Cafe Bajawa Flores, saat ini belum mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). PBG sendiri merupakan pengganti kebijakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang telah dihapus.

“Belum ada (PBG), karena mereka (Cafe Bajawa Flores) masih mengurus KRK (Keterangan Rencana Kota), yaitu salah satu syarat dasar menuju PBG,” kata Chusnul.

“Dari KRK, ada site plan. Sebelum site plan itu mereka harus bikin Amdal Lalin, UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup-Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup), jadi masih panjang,” imbuhnya.

Setelah ada site plan, terang Chusnul, baru bisa masuk ke pengurusan PBG dan baru bisa beroperasi. Ia menegaskan bahwa Cafe Bajawa Flores baru menyelesaikan KRK per 23 September lalu.

Sementara diungkapkan Anggota Komisi I Endah Purwanti bahwa pihaknya mengeluarkan enam rekomendasi untuk bisa segera ditindaklanjuti oleh Pemkot Bogor. Pertama adalah Komisi I meminta agar Pemkot Bogor bisa mensosialisasikan dan menyebarluaskan SOP terkait perizinan usaha, agar para pelaku usaha bisa dengan mudah mengikuti aturan dan ketentuan yang ada.

Halaman:

Editor: Asep kurniawan

Tags

Terkini

Lapas Bogor Resmikan Instalasi Air Langsung Konsumsi

Senin, 28 November 2022 | 19:46 WIB

BK DPRD Kota Bogor Tampung Aspirasi KADIN dan Jaskon

Kamis, 24 November 2022 | 20:22 WIB

RSUD dan IDI Kota Bogor kembali Kirim Tenaga Medis

Rabu, 23 November 2022 | 14:59 WIB

RSUD Kota Bogor Tampung Korban Gempa Cianjur

Rabu, 23 November 2022 | 14:58 WIB

Produk UMKM Alumni IPB Menembus Pasar Eropa

Selasa, 22 November 2022 | 20:59 WIB

Porwanas Jatim 2022: Tim Catur DKI Menang Dua Babak

Selasa, 22 November 2022 | 13:55 WIB

DPC Internasional HA IPB Belanda Dilantik

Minggu, 20 November 2022 | 19:03 WIB
X